Kepala Perpusnas: Bung Karno Visioner Membangun Perpustakan

0
48
Kepala Perpustakaan Nasional M M Syarif Bundo (Foto Puspen Kemendagri)

JAKARTA  (suara-karya.com): Kepala Perpustakaan  M Syarif  Bundo mengungkap rahasia di balik megahnya Perpustakaan Nasional RI. Menurutnya Perpustakaan Nasional yang berdiri tegak menjulang di samping Monumen Nasional (Monas) ini memiliki sejarah yang umurnya hampir menyamai umur negara Republik Idonesia.

“Presiden Pertama kita Bapak Soekarno adalah seorang yang sangat visioner. Lewat bukunya dengan judul Sang Arsitek, mengungkap sejarah indah Perpustakaan Nasional RI yang beliau bangun. Hal ini  mungkin anak cucu kita, bahkan banyak di antara kita yang belum mengetahuinya,” kata Syarif  dalam pidato sambutannya  pada saat melakukan penandatanganan kerja sama dan MoU dengan Mendagri Tjahjo Kumolo, di Jakarta, Kamis (31/1/2019)

Sekjen Kemendagri Hadi Prabowo menandatangani kerja sama Kemendagri dan Perpusnas disaksikan Mendagri Tjahji Kumolo dan Kepala Perpusnas M Syarif Bundo. (Foto Puspen Kemendagri)

Syarif melanjutkan, Sang Proklamator Bung Karno menuliskan bahwa beliau telah berpikir dengan matang dari sejak awal beliau dalam  menata Silang Monas menjadi tempat yang berbeda dari tempat yang lainnya. Medan Merdeka Utara sepanjang Istana Negara ditempati oleh pemimpin – pemimpin nasional dalam percaturan nasional, Medan Merdeka Barat adalah tempat museum yang menunjukkan betapa kekayaan artefak peradaban bangsa Indonesia, Medan Merdeka Selatan ada Perpustakaan sebagai sumber melihat kemajuan ilmu pengetahuan yang dicapai putra – putri terbaik bangsa, sepanjang sejarah.

 “Dari cerita Sang Proklamator itu kita bisa tahu bahwa sejak awal Ibukota Negara ini dibangun, Bapak Soekarno Presiden RI pertama telah memprioritaskan Perpustakaan Nasional ini penting dan perhatian perpustkaaan menjadi sumber ilmu pengetahuan harus menjadi perhatian bangsa dalam membangun manusia Indonesia,” jelas Syarif.

Ia mengaku sangat berterima kasih kepada Presiden Jokowi yang telah melanjutkan semangat Sang Proklamator Soekarno untuk mengembangkan perpustakaan.

“Melalui UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, Bapak Presiden Jokowi menyetujui pembangunan gedung Perpustakaan Nasional yang sangat megah di kawasan Asia saat ini dan  perpustakaan sebagai  urusan wajib pemerintahan  pelayanan dasar. Ini berarti efek yang ditimbulkan sangat dahsyat dari pusat sampai dengan desa-desa,” kata  Syarif.

Di hadapan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo, ia berharap pelaksanaan MoU antara Perpustakaan Nasional RI dan Kemendagri dapat segera memberi efek positif bagi Daerah. “Di hadapan Bapak Mendagri kami berharap setelah acara ini Bapak bisa membantu kami untuk menyampaikan kepada daerah agar bersama – sama mengembangkan Perpustakaan sebagai Pintu gerbang kecerdasan bangsa,” tambah Syarif.

“Mari kita sama-sama ikut mempromosikan Perpustakaan. Dengan transformasi digital pelayanan perpustakaan kita bangun peradaban Indonesia yang lebih baik kepada seluruh masyarakat,”  tambah Syarif. (Andreas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here