Masyarakat Diimbau Gotong Royong Ciptakan Sistem Keamanan Lingkungan

0
63
Kapuspen Kemendagri Bahtiar (Ist)

JAKARTA (suara-karya.com):  Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengimbau semua lapisan masyarakat harus aktif bergotong-rotong menciptakan keamanan, ketentraman dan ketertiban di lingkungan masing-masing. Kemendagri juga mengingatkan peran kepala daerah dalam memelihara ketentraman dan ketertiban masyarakat.

Hal ini disampaikan Kepala Pusat Penerangan Kemendagri Bahtiar kepada wartawan, di Jakarta, Minggu (10/2). Pernyataan ini disampaikan terkait dengan maraknya kasus teror seperti aksi pembakaran motor dan mobil di sejumlah daerah di Jawa Tengah.

Bahtiar mengingatkan, dalam menjawab setiap persoalan gangguan keamanan dan ketertiban umum  di masyarakat, perlu dihidupkan sistem gotong royong dalam menciptakan sistem keamanan lingkungan.

“ Dalam Pasal 65 ayat (1) huruf b UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah bahwa tugas kepala daerah memilihara ketentraman dan ketertiban masyarakat,”  ujarnya.

Tugas kepala daerah dalam mengoordinasikan memelihara ketenteraman dan ketertiban masyarakat dibantu pemerintahan di bawahnya mulai dari camat, lurah dan kepala desa. Hal ini sebagaimana diatur dalam Pasal 225 ayat 1 huruf c, yang menyebutkan tugas camat mengoordinasikan upaya penyelenggaraan ketentraman dan ketertiban umum dI wilayah kecamatan dibantu lurah dan kepala desa.

“ Terkait dengan penyelenggaraan ketenteraman dan ketertiban umum masuk dalam Urusan Pemerintahan Umum, yaitu Pasal 25 ayat 1 UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah bahwa ketenteraman, ketertiban umum dan stabilitas keamanan lokal adalah merupakan urusan pemerintahan umum. Dan selanjutnya dalam Pasal 26 bahwa pelaksanaan urusan pemerintahan  dibantu Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Provinsi, Forum Koordinasi Pimpinan Kabupaten Kota dan Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan,” kata  Bahtiar.

Ia juga berpandangan sistem pemeritahan daerah telah mengatur sedemikian baik tata kelola pemerintahan daerah hingga tingkat kecamatan, desa dan kelurahan bahkan hingga tingkat dusun, rukun warga (RW) dan rukun tetangga (RT) untuk mewujudkan stablitas keamanan lokal, ketentraman dan ketertiban umum.

Jika semua bergerak bersama untuk menggerakkan sistem keamanan lingkungan (Siskamling) maka sekecil apapun gejala dan potensi gangguan keamanan, ketentraman dan ketertiban serta setiap tindakan kriminal, pemberantasan premanisme, termasuk teror pasti bisa diantisipasi sejak dini dan terungkap.

“Semua lapisan masyarakat harus aktif bergotong-rotong menciptakan keamanan, ketentraman dan ketertiban di lingkungan masing-masing. Sesuai pesan  Bapak Mendagri Tjahjo Kumolo, kita tidak boleh kalah dan harus berani melawan seluruh bentuk kejahatan, premanisme dan terror-teror yang timbul di lingkungan masyarakat,” tutur Bahtiar.

“Dengan demikian seperti yang disampaikan oleh Mendagri Tjahjo Kumolo selaku pembina dan pengawas penyelenggaraan pemerintahan daerah, beliau mengingatkan kembali bahwa pemerintahan daerah  berkewajiban menciptakan ketentraman dan ketertiban umum serta stabilitas keamanan lokal sebagaimana diatur dalam UU Pemda,” pungkas Bahtiar. (Andreas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here