WNA Punya KTP El Tapi Tidak Boleh Memilih pada Pemilu 2019

0
81
Dirjen Adminduk Kemendagri Zudan Arif Fakhrullah (Foto Puspen Kemendagri)

JAKARTA (suara-karya.com): Warga Negara Asing (WNA) tak memiliki hak pilih dan hak memilih pada Pemilu Serentak 2019 meski memiliki KTP-elektronik (KTP-el). Kepemilikan  KTP-el tersebut hanya sebagai identitas sementara selama WNA itu tinggal di Indonesia.

“WNA itu punya KTP el hanya untuk identitas selama tinggal di Indonesia. Dia tidak punya hak politik, baik itu dipilih maupun pemilih, jadi keliru kalau bilang WNA punya KTP-el untuk dipergunakan Pemilu 2019,” kata Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri,  Zudan Arif Fakrullah di Kantor Kemendagri, Jakarta. Rabu (27/2).

Zudan menjelaskan, ketentuan kepemilikan KT-el bagi WNA terdapat dalam  Undang – Undang Nomor 23 tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan sebagaimana telah diubah menjadi Undang – Undang Nomor 24 tahun 2013 dalam Pasal 63 ayat (1) yang menyebutkan bahwa penduduk Orang Asing yang memilik Izin Tinggal Tetap yang telah berumur 17 tahun atau telah kawin atau pernah kawin wajib memiliki KTP-el. Lebih lanjut dalam Pasal 64 ayat (7) huruf b disebutkan bahwa masa berlaku KTP-el bagi Orang Asing disesuaikan dengan masa berlaku Izin Tinggal Tetap.

“Kepemilikan KTP-el  bagi TKA/WNA  tidak sembarangan. KTP didapat setelah yang bersangkutan memiliki surat tinggal tetap atau KITAP.  Undang-undangnya ada pada Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2013 tentang Administrasi Kependudukan, Pasal 63 dan 64,” kata Zudan.

Ia menambahkan, yang dimaksud dengan penduduk ialah termasuk Warga Negara Indonesia (WNI) dan Warga Negara Asing (WNA), keduanya dikenakan kewajiban untuk memiliki KTP el dengan ketentuan sebagaimana yang tersebut dalam undang-undang, di antaranya berusia 17 tahun dan untuk WNA telah memiliki Kartu Izin Tinggal Tetap (KITAP).

Adapun KTP el bagi WNA memiliki perbedaan dengan kepemilikan KTP WNI secara sepintas sama karena dicetak pada blangko yang sama. Namun demikian apabila dicermati dapat dibedakan dengan mudah karena KTP-el WNA didesain dengan aplikasi dan format yang berbeda.

Pertama, KTP WNA memiliki masa berlaku maksimal lima tahun, atau sesuai dengan izin tinggal yang diberikan Kantor Imigrasi. Jika  masa berlaku habis, maka WNA harus pulang ke negara asalnya atau wajib memperpanjang KITAP dan KTP-el nya. Sementara KTP WNI berlaku seumur hidup.

Kedua, tiga kolom  pada KTP el WNA menggunakan bahasa Inggris.

Ketiga, NIK berisi konfigurasi domisili dan tanggal lahir, dua digit berisi kode provinsi, dua digit kode kota/kabupaten, dua digit kode kecamatan, enam  digit  tak akan terganggu dan tak bisa dimanipulasi karena  karena dua digit sesuai dengan tanggal lahir atau konfigurasi lahir dan empat digit urutan penerbitan. (Andreas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here