Kemendagri: Pemindahan Ibu Kota Dorong Penyebaran Penduduk

0
45
Plt Dirjen Otonomi Daerah Kemendagri Akmal Malik dan mantan Dirjen Otda Kemendagri Soni Sumarsono (Ist)

SHNet, Jakarta Kementerian Dalam Negeri menilai pemindahan ibu kota negara akan mendorong penyebaran penduduk yang selama ini mayoritas terpusat di Pulau Jawa.

  Pelaksana Tugas (Plt)  Dirjen Otonomi Daerah Kemendagri Akmal Malik mengatakan selama ini 57 persen penduduk Indonesia tinggal di Pulau Jawa sementara sisanya tersebar di Sumatera, Sulawesi, Kalimantan hingga Papua.

  “Pemindahan ibu kota mendorong penyebaran penduduk sebagai agen perekonomian. Sehingga pembangunan akan lebih merata,” ujar Akmal saat menjadi pembicara dalam Focus Group Discussion (FGD) dengan tema “Dukungan Regulasi Otonomi Daerah dalam Rangka Rencana Pemindahan Ibukota Negara”, di Jakarta, Kamis (9/5).

  Akmal  menilai Jakarta sudah tidak layak menjadi ibu kota jika melihat tingginya pertumbuhan penduduk dan urbanisasi di Jakarta.

“Melihat realitas yang ada di Jakarta, hampir 57 persen penduduk berada di pulau Jawa, Sumatera 21 persen, Kalimantan 6 persen. Disparitas cukup tinggi, bahkan studi tahun 2015 menyebutkan sebanyak  tiga juta lebih pendatang menjadi penduduk tetap di Jakarta, belum lagi berdampak pada jumlah kendaraan yang bertumbuh” kata Akmal.

Meski demikian, menurut Akmal, setidaknya ada tiga aspek yang perlu diperhatikan dengan pemindahan ibu kota. Di antaranya aspek regulasi, yakni melakukan revisi UU Nomor 29 Tahun 2007 tentang Pemerintahan Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Sebagai Ibukota Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Dalam Pasal 3 Undang-undang dimaksud disebutkan Provinsi DKI Jakarta berkedudukan sebagai Ibu Kota Negara Kesatuan Republik Indonesia, inilah yang harus dipersiapkan regulasinya,” kata Akmal.

Kemudian, aspek penyelenggaraan pemerintahan daerah yang harus dipastikan tetap berjalan dengan efektif, sehingga diharapkan dengan biaya yang besar untuk pemindahan ibu kota tidak memengaruhi dana perimbangan yang diterima daerah.

FGD kali ini melibatkan sejumlah pembicara kunci, yakni Mantan Dirjen Otda Prof. Djohermansyah Djohan. MA yang kini menjadi Guru Besar IPDN, Dr. Soni Sumarsono (IPDN), Prof. Dr. Irfan Ridwan Maksum, M.Si (Universitas Indonesia), Prof. Bambang Supriyono (Universitas Brawijaya), serta Dr. Budi Suryadi, M.Si (Universitas Lambung Mangkurat). (Andreas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here