Sekjen Kemendagri Ingatkan Pentingnya ASN Bersikap Inovatif

0
35
Sekjen Kemendagri Hadi Prabowqo (Ist)

JAKARTA (suara-karya.com):  Sekjen Kementerian Dalam Negeri Hadi Prabowo mengingatkan Aparatur Sipil Negara (ASN)  khususnya di lingkungan Kemendagri untuk memiliki jiwa dan sikap inovatif dalam upaya mempercepat reformasi birokrasi dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Peringatan itu disampaikan Sekjen Kemendagri saat menutup Pendidikan dan Latihan (Diklat) PIM Tingkat II di Kantor BPSDM Kemendagri, Jalan Taman Makam Pahlawan No 8, Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan, Jumat (21/6).

Peserta Diklat PIM Tk. II berjumlah 55 orang, tujuh oarang lulus dengan predikat sangat memuaskan, 41 orang lulus dengan predikat memuaskan, tujuh orang lulus dengan predikat cukup memuaskan.

Sekjen Kemendagri mengingatkan banyak masalah dalam  tata kelola pemerintahan akibat  terjebak pada masalah rutnitas. Hadi Prabowo kemudian mengutip pernyataan Presiden Jokowi yang mengingatkan agar ASN jangan sampai bekerja monoton dan terjebak pada rutinitas atau pada apa yang sudah ada sehingga tidak bisa berinovasi. Padahal, tantangan di era sekarang sudah berubah cepat dan harus disikapi, salah satunya dengan memanfaatkan basis teknologi informasi.

“Sehingga jangan sampai kita menyelesaikan masalah yang terlihat serupa tapi sebetulnya tidak sama, dengan referensi masa lalu tanpa inovasi,” tutur Hadi Prabowo.

Sekjen Kemendagri ingatkan pentingnya inovasi sebagai sarana untuk mempercepat k pelayanan kepada masyarakat dan mempercepat reformasi birokrasi sebagai tahapan untuk mewujudkan target tata kelola birokrasi kelas dunia di tahun 2025 dan seiring dengan revolusi  industry 4.0 yang mewujudkan kemajuan perekonomian Indonesia  di tingkat ASEAN pada 2030.

Sekjen Kemendagri kemudian mencontohkan kurangnya sikap dan jiwa inovasi pada aparat birokrasi di suatu pemerintahan daerah yang meminta izin bisa berkonsultasi ke Jakarta dengan meminta izin transit penerbangan di di luar negeri.

“Padahal kalau izin transit diberikan sama saja kita memberikan toleransi untuk bepergian ke luar negeri Transit yang bisa satu jam, bisa digunakan dua atau tiga hari di luar negeri. Ini contoh sikap yang tidak inovatif, hanya mengeluh dan mendesak.Padahal, kita sudah terbuka bahwa konsultasi pemda dengan pemerintah pusat itu tidak perlu ke Jakarta. Kita sudah bisa teleconference, sudah ada teknologi informasi, semestinya konsultasi itu bisa secara online,” kata Hadi Prabowo.

Contoh lain, ia menunjukkan banyak kebun binatang di daerah yang binatangnya tidak terurus dan terawat. Padahal, kalau pemdanya memiliki sikap dan jiwa inovatif, kebun binatang itu bisa dikerjasamakan dengan pihak ketiga seperti BUMD atau BULD. “Jadi, jangan hanya berfikir soal restribusi saja,”tuturnya. (Andreas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here