Mendagri Dorong Pemda Terus Berinovasi

0
8

JAKARTA (suara-karya.com):  Kementerian Dalam Negeri melalui Badan Penelitian dan Pengembangan (BPP) Kemendagri telah membuat inovasi pelayanan publik tata kelola pemerintahan yakni Pusat Jejaring Inovasi Daerah atau Puja Indah.

“Inovasi ini dilahirkan untuk memudahkan pelayanan di daerah yang juga dapat dilakukan secara mudah, sederhana, murah, cepat tepat, serta memberikan kemudahan bagi investor untuk berbisnis,” ujar Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo saat memberikan sambutan pada Acara Malam Puncak Penyerahan Innovative Government Award (IGA) Tahun 2019 yang berlangsung di Ballrom Hotel Borobudur, Jakarta, Senin (7/10).

Dalam acara itu, Mendagri juga menyerahkan Piala dan Piagam Penghargaan IGA 2019 kepada sejumlah provinsi, kabupaten dan kota dengan berbagai kategori.

Mendagri menambahkan, hingga kini sudah sebanyak 77 pemerintah daerah yang tergabung dalam layanan Puja Indah.

“Setidaknya hingga saat ini sudah ada 77 pemda yang telah menandatngani komitmen pembinaan inovasi daerah dengab menggunakan layanan Puja Indah sebagai inovasi layanan publik,” kata Tjahjo.

Mendagri mengingatkan pemerintah daerah harus menciptakan dan membangun inovasi di daerah seperti yang diharapkan Presiden Joko Widodo.

“Visi inovasi daerah ke depan memang harus dapat mewarnai pembangunan diseluruh indonesia, membangun inovasi juga sebagaimana yang selalu diharapkan oleh Bapak Presiden Jokowi, di mana filosofi inovasi yang dapat memangkas biaya, memangkas jalur birokrasi yang panjang, dan memangkas waktu yang panjang yang harus terwujud dengan baik dan lebih cepat,” kata Mendagri.

 Visi inovasi juga harus dilakukan secara inovatif. “Oleh karena itu kita harus mewujudkan inovasi di seluruh daerah indonesia baik lahir dari (pemerintah) daerah maupun yang difalisitasi oleh pemerintah pusat harus menjadi smart government. Hal ini dapat diwujudkan dengan merefleksikan smart city dan smart regional di seluruh Indonesia,” kata Tjahjo.

Piala dan Piagam Penghargaan IGA 2019 untuk Kategori Daerah Perbatasan (3 Kabupaten) dan Daerah Tertinggal (2 Kabupaten) yakni  Kabupaten Pelalawan, Kabupaten Bengkalis, Kabupaten Morotai, Kabupaten Sigi dan Kabupaten Nabire.

Sementara untuk Kategori Kabupaten Terinovatif berturut-turut Kabupaten Banyuwangi, Kabupaten Kulon Progo, Kabupaten Malang, Kabupaten Situbondo, Kabupaten Banggai, Kabupaten Agam , Kabupaten Musi Rawas, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kabupaten Bogor dan Kabupaten Padang Pariaman.

Untuk  Kategori Kota Terinovatif yakni Kota Denpasar, Kota Bogor, Kota Bontang, Kota Malang, Kota Cimahi, Kota Bandung, Kota Makassar,  Kota Magelang  dan Kota Surakarta

Sementara Kategori Provinsi Terinovatif yakni Provinsi Jawa Tengah, Provinsi Jawa Barat, Provinsi Sumatera Barat, Provinsi DKI Jakarta dan  Provinsi Riau. (Andreas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here