Ratusan Izin Importir Perusahaan Tekstil Diblokir

0
11
Menteri Keuangan Sri Mulyani (Ist)

JAKARTA (suara-karya.com): Kementerian Keuangan memblokir izin 330 importir yang dianggap melanggar ketentuan perdagangan, perpajakan, dan bea cukai, dalam kegiatannya di pusat logistik berikat (PLB).  Mayoritas izin importir yang diblokir adalah milik perusahaan tekstil dan produk tekstil (TPT).

Hal itu disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati  di Jakarta, Senin (10/10). Sri Mulyani mencontohkan, pelanggaran itu berupa dari sisi ketentuan bea cukai, ratusan importir tersebut tidak melakukan kegiatan selama enam hingga 12 bulan berturut-turut. Importir tersebut juga tidak melakukan pembongkaran maupun inventarisasi teknologi informatika hingga eksistensi yang diragukan.

Kemenkeu juga menemukan importir yang hanya membeli bahan baku impor lalu tidak digunakan untuk produksi. Kedua, ada pelanggaran tata niaga dari aturan yang diterbitkan Kementerian Perdagangan (Kemendag).

“Produsen tidak impor (untuk) produksi sendiri tapi kemudian menjual barangnya ke pasar. Dia gunakan entitas dirinya dapat fasilitas impor yang dikuotakan, tapi tidak dibuat produksi dia sendiri melainkan dijual ke pasar. Dia melanggar tata niaga, kuota dan persetujuan impor yang diberikan Kemendag,” kata Sri Mulyani.

Banyak importir juga yang tidak menyampaikan surat pemberitahuan (SPT) masa PPN dan SPT  masa tahunan.

“Ada pelanggaran pajak 17 importir di antaranya empat TPT dan selain itu non-TPT yang sudah diblokir,” ujar dia.

Selain memblokir importir, Sri Mulyani juga melakukan pencabutan dan pembekuan izin delapan pusat logistik berikat (PLB) dan lima importir dikarenakan pelanggaran eksistensi, tanggung jawab, keberlangsungan bisnis, auditabilitas, atau tidak aktif. (Rosalina)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here