Panglima TNI: Sinergitas TNI, Polri dan Forkompinda, Kunci Stabilitas Keamanan

0
28
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Pol Idham Aziz (Ist)

BOGOR (suara-karya.com): Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menegaskan stabilitas keamanan terjaga baik. Hal ini bisa terjadi karena adanya sinergitas TNI, Polri dan Forkompinda.

“Kunci stabilitas keamanan karena adanya sinergitas TNI, Polri dan Forkompinda. Stabilitas keamanan terjaga maka pembangunan wilayah akan berjalan baik,” kata Panglima TNI dalam  Rakornas Indonesia Maju Pemerintah Pusat dan Forkompinda di SICC Sentul, Bogor, Jawa Barat, Rabu (13/11).

Dalam acara yang dihadiri Dandim, Danrem, Kapolda, Kapolres serta Kajari seluruh Indonesia, Panglima TNI tetap mengingatkan adanya ancaman stabilitas keamanan yang bervariasi di era revolusi industri 4.0.

Hadi  Tjahjanto menyebutkan tiga ciri utama dari ancaman tersebut. Pertama sifatnya eskalatif atau tiba-tiba muncul dan kemudian membesar. Kedua, ancaman yang bersifat campur gabungan dari dua atau tiga ancaman.

“Ketiga adalah dalam tempo yang singkat. Kita tak membayangkan tiba-tiba terjadi bleng, bom di Medan, terjadi bom bunuh diri. Ini adalah salah satu sikap dari ancaman tersebut,” kata Hadi .

Ancaman keamanan di era revolusi industri 4.0 sudah banyak terjadi di Indonesia di 2019 ini. Seperti saat banyak unjuk rasa penolakan revisi UU KPK di Jakarta, mendadak wilayah Papua memanas dengan sejumlah kerusuhan. Ditambah adanya kebakaran hutan dan lahan di Sumatera dan Kalimantan.

“Artinya apa ancaman itu memang bercampur-campur dalam tempo yang tepat,” imbuh Hadi.

Oleh karena itu, mantan KSAU itu menilai perlu ada sinergitas antara TNI, Polri dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dalam mengatasi ancaman tersebut.

“Salah satu contoh adalah ketika terjadi bencana alam di Palu, semuanya TNI polri termasuk pemerintah daerah semuanya bisa dilakukan diselesaikan dengan baik,;” tambahnya.

Panglima  TNI mengatakan Mabes TNI telah membentuk Komando Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) yang isinya terdiri tiga matra. Ada 3 markas yang disebar di seluruh bagian Indonesia yakni di Tanjung Pinang, di Balikpapan dan Biak.

Dengan pembentukan Kogabwilhan tersebut, Hadi mengatakan, sebagai Panglima TNI, ia memiliki komando langsung untuk memerintahan operasi yang bersifat penindakan.

“Karena tugas Kogabwilhan menjadi  penindak jika terjadi krisis di wilayah itu,” katanya. (Andreas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here