Naikkan Ambang Batas Parlemen,Golkar Ingin Jumlah Partai Berkurang

0
62

JAKARTA (suara-karya.com): Partai Golkar mempertimbangkan mengusulkan parliamentary threshold (PT)  atau ambang batas parlemen sekitar 7,5 persen untuk penyederhanaan jumlah partai politik.

Hal itu disampaikan Ketua Komisi II DPR Fraksi Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia di Gedung Parlemen, Jakarta, kemarin.

Golkar mengusulkan angka PT  sebesar 7,5 persen berdasarkan konfigurasi dan aspirasi kekuatan politik masyarakat setelah lima kali melaksanakan pemilu.

Doli mencontohkan aspirasi kelompok masyarakat atau kekuatan politik nasionalis terlihat partai mana saja lalu parpol berbasis agama. “Kalau dilihat dari konfigurasi itu, saya kira memang PT harus ditingkatkan untuk menuju pada penyederhanaan parpol,” ujarnya.

Dia menjelaskan, Golkar sebelum pelaksanaan Munas 2019 sudah melaksanakan berbagai diskusi terkait dengan penyempurnaan sistem politik dan demokrasi Indonesia.

Menurut dia, salah satu bagian dari bangunan sistem politik demokrasi itu adalah bagaimana kita bisa melakukan penyempurnaan terhadap sistem pemilu.

“Ada dua isu penting, pertama kami sedang mengkaji perubahan sistem Pemilu. Salah satu alternatifnya adalah sistem pemilu proporsional tertutup lalu Golkar juga mendorong terjadinya penyederhanaan parpol namun secara alamiah,” katanya.

Dia mengatakan setelah lima kali pelaksanaan Pemilu, telah mengarah pada penyederhanaan parpol melalui ambang batas parlemen, mulai dari 2,5 persen, 3,5 persen, lalu 4 persen sehingga ke depannya harus terus ditingkatkan.

Menurut dia, perubahan sistem pemilu dan besaran PT akan diusulkan dalam revisi UU nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilu dan Komisi II DPR berkomitmen dalam setahun ini akan berusaha merampungkan UU yang berkaitan dengan paket politik termasuk UU Pemilu. (Wida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here