Mendagri: Soliditas dan Kerja Sama Kunci Kesuksesan Pilkada 2020

0
94

NUSA DUA (suara-karya.com): Mendagri Tito Karnavian mengatakan kunci keberhasilan penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 tidak bisa dibebankan kepada pemerintah atau lembaga penyelenggara pemilu. Namun, diperlukan kerja sama dan soliditas dari berbagai pemangku kepentingan (stake holder).

Hal itu disampaikan Mendagri Tito Karnavian saat membuka sekaligus memberikan arahan pada Rapat Koordinasi Bidang Politik dan Pemerintahan Umum dan Deteksi Dini Mendukung Sukses Pilkada Serentak Tahun 2020 di Bali Nusa Dua Convention Center, Kamis (27/2.

“Pengelolaan pilkada yang sukses itu tidak bisa dikerjakan oleh satu instansi, tidak bisa oleh KPU sendiri, tidak bisa oleh pemerintah sendiri atau partai politik sendiri. Ini adalah kerja orchestra, kerja bersama.  Kunci keberhasilan pilkada adalah kebersamaan membangun soliditas dan membangun team work untuk bekerja sama baik di tingkat nasional maupun di daerah yang ada pemilihannya dan daerah sekitarnya untuk mencegah atau menangani konflik,” katanya,

Menurut Mendagri, kerja sama itu dibutuhkan oleh enam pemangku kepentingan, yakni pertama adalah penyelenggara pilkada yang terdiri dari KPU, Bawaslu dan DKPP.;

“Penyelengara adalah jantung, motor penggerak terselenggaranya Pemilu, yaitu jajaran KPU, wasitnya yaitu Bawaslu, dan jajaran pengawas penyelenggara dan wasit yaitu DKPP. Yang diharapkan dari penyelenggara ini adalah netralitas, mampu membuat program perencanaan dan mengeksekusi dengan baik sesuai tahapannya, termasuk data pemilih,” imbuhnya.

Kedua, peserta atau kontestan Pilkada yang terdiri dari paslon, partai pendukung, dan tim sukses (Timses) dari akar rumput (grasroot).

“Prinsip yang kita harapkan adalah bertanding secara sehat, ikuti aturan main sesuai konstitusional yang ada. Prinsip teorinya siap menang dan siap kalah, rillnya tidak ada yang siap kalah, sehingga yang terjadi adalah keinginan idealisme untuk melakukan pertandingan sehat sering diwarnai pertandingan tidak sehat, menggunakan berbagai cara untuk menang. Ini penting untuk menyamakan persepsi paslon, beserta parpol, dan timses untuk bertanding secara sehat,” pesannya.

Ketiga, peran pemerintah pusat dan pemda terutama dalam penyediaan anggaran untuk kelancaran pilkada.

Keempat, Mendagri megingatkan pentingnya netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN). Jangan sampai kepala daerah yang incumbent memanfaatkan ASN dan fasilitas untuk meraih kemenangan,

Kelima, netralitas aparatur keamanan dengan tidak berpihak dan mampu memetakan persoalan.

Keenam, Mendagri mengingatkan peran media massa dan media sosial agar jangan sampai menyebarkan berita bohong dan hoaks yang meresahkan masyarakat terutama konstituen dalam pkkada.

Mendagri juga meminta optimalisasi peran penting tokoh masyarakat, tokoh agama, dan jejaringnya untuk saling merangkul pengikutnya agar tidak terpancing konflik, serta mendorong masyarakat dalam menggunakan hak pilihnya secara maksimal. (Andreas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here