ICW: Terdakwa Korupsi Divonis Bebas Meningkat

0
43

JAKARTA (suara-karya.com):  Indonesia Corruption Watch (ICW) menyatakan tren vonis kasus korupsi di Indonesia menunjukkan adanya peningkatan terhadap terdakwa yang divonis bebas atau lepas sepanjang 2019 dibanding periode sebelumnya.

“Pengadilan memutuskan bebas dan lepas terhadap perkara korupsi tertinggi pada 2019 dibanding 2017 dan 2018 karena pada 2017 ada 35 orang terdakwa yang divonis bebas atau lepas, pada 2018 ada 27 orang terdakwa sementara pada 2019 ada 54 orang terdakwa,” kata peneliti ICW Kurnia Ramadhana di Jakarta, Minggu.

Pada putusan bebas (vrijspraak) artinya tindak pidana yang didakwakan jaksa penuntut umum dalam surat dakwaannya tidak terbukti secara sah dan meyakinkan menurut hukum karena tidak dipenuhinya asas minimum pembuktian yaitu 2 alat bukti yang sah dan tidak dapat meyakinkan hakim.

Sedangkan putusan lepas (onslag van recht vervolging) artinya segala tuntutan hukum atas perbuatan terdakwa dalam surat dakwaan jaksa penuntut umum telah terbukti secara sah dan meyakinkan menurut hukum tapi terdakwa tidak dapat dijatuhi pidana karena perbuatan tersebut bukan merupakan tindak pidana, misalnya masuk ke pelanggaran hukum perdata, hukum adat atau hukum dagang.

Sepanjang 2019, ICW mencatat ada 842 orang terdakwa divonis ringan (82,2 persen), diputus sedang 173 orang (16,9 persen), diputus beras 9 orang (0,9 persen) dan diputus bebas/lepas sebanyak 54 orang (5,2 persen) yang berasal dari 1.019 perkara korupsi.

Besaran ringan adalah bila dituntut penjara dari 0-4 tahun, sedang 4-10 tahun dan berat di atas 10 tahun

Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menjadi pengadilan yang paling banyak menjatuhkan vonis bebas atau lepas yaitu terhadap 17 orang terdakwa disusul pengadilan negeri Aceh sebanyak 10 orang terdakwa, Pengadilan Negeri Jayapura dan Pengadilan Negeri Manado masing-masing 5 terdakwa dan pengadilan-pengadilan lainnya. (Irawati)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here