Dirjen Politik dan PUM: Pilkada 2020 Stimulus Ekonomi Masyarakat

0
16
Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri Bahtiar dan Ketua DKPP Muhammad (Ist)

JAKARTA (suara-karya.com): Direktur Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Bahtiar mengungkapkan, Pilkada 2020 merupakan momentum untuk bangkit bersama untuk mengatasi Covid-19.

 Hal itu disampaikan Bahtiar usai mendampingi Mendagri Tito Karnavian bertemu Ketua dan Anggota Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) di Kantor Kemendagri, Jakarta, Rabu (29/7).

“Bukan hanya soal kesehatannya, termasuk juga dampak sosial ekonominya,” kata Bahtiar.

Bahtiar juga optimistis Pilkada akan berjalan sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan dan aman dari Covid-19. “Mendengarkan kawan-kawan dari penyelenggara dalam hal ini termasuk KPU dan Bawaslu, teman-teman penyelenggara itu sudah mendeklarasikan gerakan perlawanan terhadap Covid-19,” katanya.

Bahtiar berharap, para penyelenggara dapat berperan sebagai agen-agen untuk mensosialisasikan protokol kesehatan. “Nah, kemampuan pemerintah dan pemda untuk mensosialisasikan protokol kesehatan kan terbatas. Ini ada tiga juta lebih penyelenggara nanti di TPS itu, setiap TPS ada sepuluh orang. Mereka nanti akan mensosialisasikan juga soal protokol-protokol kesehatan,” ujar Bahtiar.

Bahtiar juga mengharapkan pelaksanaan Pilkada Serentak sekaligus dapat menjadi stimulus secara tidak langsung terhadap ekonomi masyarakat. “Ini kan level di desa beredarnya anggaran ini digunakan untuk honor penyelenggara di tingkat desa, kelurahan, kecamatan, kemudian untuk sewa tenda, nah ini kan justru menjadi stimulus secara tidak langsung terhadap ekonomi masyarakat,” ujar Bahtiar.

Bahtiar menjelaskan, Pilkada itu bukan an sich sebatas pelaksanaan prosedural pemilihannya saja, namun merupakan bagian dari sistem kehidupan berdemokrasi. Karena itu, Bahtiar mengharapkan dukungan dari rekan-rekan media massa agar fokus mengajak masyarakat berpartisipasi dalam mendapatkan kepala daerah yang terbaik di tengah masa pandemi Covid-19. “(Yaitu) yang bisa memimpin untuk mengatasi Covid-19 dan dampak sosial,” ujar Bahtiar.

Terkait arahan Mendagri agar pilkada menjadi ajang adu gagasan dalam melawan Covid-19, Bahtiar menjelaskan tema sentral yang didorong Mendagri yakni “Peran Kepala Daerah Dalam Mengatasi Covid-19 dan Dampak Sosial Ekonominya”.

“Nah, justru nanti ini ujian bagi calon kepala daerah, siapa yang memiliki gagasan dan perbuatan dan langkah-langkah konkret mengatasi Covid-19, dialah yang akan mendapatkan dukungan masyarakat. Karena dia sekaligus bisa menunjukkan kepada masyarakat  bahwa memang dia mampu memimpin masyarakat di saat krisis ini,” papar Bahtiar. (Andreas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here