Mendagri Apresiasi Keberhasilan Polri Tangkap Djoko Tjandra

0
17

JAKARTA (suara-karya.com):  Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengapresiasi keberhasilan Tim Polri yang berhasil menangkap Djoko Tjandra, buronan kasus hak tagih Bank Bali di Malaysia. Menurut Mendagri, keberhasilan Jajaran Polri layak diapresiasi, sebab menangkap buronan di luar negeri  tak gampang karena ada kendala birokrasi antar-negara.

“Saya menyampaikan apresiasi kepada Polri, Pak Kapolri dan jajarannya yang mampu untuk menembus hambatan-hambatan birokrasi maupun hambatan-hambatan hukum antar negara, itu prestasi yang luar biasa, ” kata Mendagri menjawab pertanyaan wartawan usai salat Idul Adha di Kantor Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) di Jakarta, Jumat (31/7).

Menurut Mendagri, menangkap buronan di luar negeri itu bukan perkara mudah. Sebab, mesti mengatasi  birokrasi antar-negara. Meskipun ada perjanjian ekstradisi antar dua negara, misalnya antara Indonesia dan Malaysia.

Terkait pelaksanaan pilkada, Mendagri menegaskan persiapan terus dilakukan. Pemerintah sepenuhnya mendukung Komisi Pemilihan Umum dan Bawaslu. Ia juga telah keliling ke sejumlah provinsi untuk mengechek kesiapan daerah dalam melaksanakan pilkada terutama dari sisi anggaran melalui mekanisme Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD).

“Sebagian besar pemda telah menyalurkan dana NPHD seratus persen. Jadi tidak ada alasan bagi KPUD dan Bawaslu daerah untuk tidak bekerja, “ujarnya.

Mendagri menegaskan telah menginstruksikan jajarannya, untuk mengejar soal anggaran itu. Karena Pilkada serentak ini adalah agenda strategis nasional. Mendagri juga  telah  bertemu dengan  Ketua KPU dan jajarannya, juga dengan pimpinan DKPP, membahas persiapan pemilihan.

Mendagri mengingatkan pelaksanaan pilkada tidak bisa dilepaskan dari pandemi Covid-19. Untuk itu, ia menekankan pentingnya protokol kesehatan bagi  penyelenggara, pengaman, pengawas dan pemilih. Mengatasi pandemi Covid-19 merupakan kerja bersama pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

” Pilkada itu adalah pertarungan hidup mati untuk kekuasaan di daerah. Nah kita giring isunya menjadi pertarungan sehat, kontestasi sehat, adu gagasan, adu berbuat untuk menangani Covid-19. Apa gagasan para calon bupati atau walikota atau  gubernur untuk menangani Covid-19 di daerahnya dan dampak sosial ekonominya? Pilih mereka yang punya gagasan yang baik, pilih mereka yang bisa mengendalikan. Kalau seadainya yang tidak bisa mengendalikan dan tidak punya gagasan, tidak punya konsep segala macam ya kasihan rakyatnya nanti. Berantakan nanti,  Covid-nya dimana-mana. Tapi yang punya konsep, punya keseriusan, punya kesungguhan itu yang terbaik, maka pilihlah. Rakyat itu di  negara demokrasi faktanya dia hanya menunjukkan powernya pada saat election atau pemilihan,” kata Mendagri .

Jadi katanya,  Pilkada ini momentum emas untuk memilih pemimpin yang mampu menyelesaikan Covid-19 dan dampak sosial ekonominya. Ini kesempatan rakyat untuk memilih mereka yang benar-benar punya gagasan, benar-benar yang berbuat atasi Covid dan dampaknya.

” Yang tidak berbuat daerahnya karena Covid-19, ya jangan dipilih kalau saya begitu, jangan dipilih. Pusat sudah all out,  daerah juga all out, sehingga akhirnya bisa mengendalikan masyarakat, karena problema pandemi Covid-19 ini sebenarnya problem bagaimana mengendalikan masyarakat yang 270 juta ini taat pada protokol kesehatan. Itu tidak gampang di negara sebesar Indonesia ini, ” ujarnya. (Andreas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here