Mendagri Apresiasi Pemprov Jatim Luncurkan Gerakan 26 Juta Masker

0
32

JAKARTA (suara-karya.com): Peluncuran kampanye Gerakan 26 Juta Masker se-Provinsi Jawa Timur berlangsung, di Pendopo Agung, Kabupaten Malang, Jumat (7/8).

Dalam acara itu hadir  Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Ketua Umum Tim Penggerak PKK Pusat Tri Tito Karnavian, serta Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Ketua TP PKK Provinsi Jawa Timur, Arumi Emil Dardak, Bupati Malang Sanusi, Walikota Malang Sutiaji, Walikota Batu Dewanti Rumpoko.

Selain itu, acara Launching Gerakan 26 juta Masker dihadiri oleh seluruh bupati dan walikota lainnya se-Jawa Timur melalui video coference. Gerakan tersebut secara bergotong royong setiap kabupaten dan kota dan lintas elemen di Jawa Timur untuk berbagi tugas menyediakan masker sebanyak-banyaknya untuk dibagikan ke masyarakat.

Sebelumnya, Mendagri  juga telah menghadiri  kampanye gerakan sejuta masker di Kabupaten Gowa pada 8 Juli lalu , , Launching Gerakan Bagi Masker 2,5 juta di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat pada tanggal 5 Agustus, dan Gerakan Bagi Masker 2,5 juta di Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu pada tanggal 6 Agustus.

Mendagri pernah melontarkan ‘tantangan’ kepada para kepala daerah, apabila ada daerah yang bisa lakukan gerakan sejuta masker maka Mendagri akan hadir secara langsung.

Mendagri menyampaikan apresiasi kepada  Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Kabupaten/Kota atas upaya agresif dalam melakukan pencegahan penularan covid-19 sehingga angka kesembuhan yang dicapai tertinggi di pulau Jawa.

“Apresiasi saya sampaikan kepada pemerintah daerah provinsi dan kabupaten/kotanya yang sudah mulai agresif melakukan testing sehingga bisa memisahkan yang positif dan negatif. Kemudian juga treatment yang baik adanya rumah sakit, karantina, dan inovasi yang lain membuat angka kesembuhan tertinggi di Jawa, Ini juga cukup baik,” tuturnya.

Selain itu, Mendagri juga sangat berbahagia atas pembagian 26 juta masker kepada masyarakat Jawa Timur, tidak hanya memecahkan rekor pembagian masker yang pernah ada di daerah selama ini. Namun, terutama ialah dapat mendorong masyarakat untuk lebih sadar lagi dalam penggunaan masker sebagai alat perang melawan Covid-19. (Andreas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here