Selamat…248 Pemimpin Bayangan telah Terpilih

0
218

Oleh: Ruslan Ismail Mage

Akademisi, Inspirator dan Penggerak, Founder Sipil Institute Jakarta

Beberapa waktu lalu, Menko Polhukam Mahfud MD memberikan pernyataan mengagetkan kehidupan demokrasi Indonesi. Betapa tidak! Mahfud MD mengatakan hampir 92% calon kepala daerah dibiayai cukong. Sementara data menunjukkan pemilukada yang telah dilakukan serentak Rabu 9 Desember 2020 kemarin diikuti 270 daerah, dengan rinciannya 9 provinsi, 224 kabupaten, dan 37 kota.

Kalau mengacu pada penyataan Mahfud MD ini, itu berarti telah lahir sekitar 248 “pemimpin bayangan”. Hitungannya adalah 92% dari 270 daerah peserta Pemilukada 2020 hasilnya 248. Pemimpin bayangan ini adalah para cukong (pemodal) yang membiayai kandidatnya menjadi pemenang. Dikatakan pemimpin bayangan, karena hampir bisa dipastikan dibidang ekonomi, khususnya pembangunan infrastruktur dan pengelolaan sumber daya alam daerah, para cukong itu menjadi penentu.

Mahfud MD menyebut setelah terpilih para calon kepala daerah ini akan memberi timbal balik barupa kebijakan yang menguntungkan para cukong tersebut dalam bentuk lisensi penguasaan hutan, dan penguasaan tambang. Kalau daerah yang miskin sumber daya alamnya, sang cukong diberi kesempatan main dan memenopoli proyek-proyek pembangunan infrastruktur daerah.

Dalam dunia sinema  dikenal film berjudul “Hollow Man”. Film produksi tahun 2000 yang disutradarai oleh Paul Verhoeven itu berkisah tentang manusia yang tidak kasat mata alias tidak dapat dilihat. Dalam dunia kepemimpinan, ada juga pemimpin yang termasuk Hollow Man, jika perempuan sebut saja Hollow Woman. Mereka inilah yang disebut pemimpin bayangan. Ada tapi tidak ada. Main di belakang layar dan mempunyai kemampuan mengatur kebijakan pemimpin utama.

Ibarat pemain bola, yg menentukan skor adalah broker dan cukong dibelakang layar yg mengendalikan pemimpin utama. Kehadiran pemimpin bayangan ini tidak memberi kontribusi positif dalam pembangunan daerah, karena pendekatan yang dipakai adalah keuntungan, dan bisa saja memicu terjadinya korupsi di daerah. Karena itu, perlu ada regulasi untuk menghentikan langkah cokong politik ini yang selalu berbulan madu di setiap musim pemilukada. Selamat kepada pemimpin bayangan yang kandidatnya terpilih. *

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here