COO MyEduSolve Stephanie Seputra: Jangan Menyerah di Era Pandemi

0
134
Pendiri MyEduSolve Stephanie Seputra

JAKARTA (suara-karya.com): Praktisi pendidikan digital yang juga Chief Operational Officer (COO) MyEduSolve Stephanie Seputra mengingatkan anak-anak muda di Indonesia untuk tidak pernah berhenti berkarya dan tetap berinovasi meskipun dunia kini dilanda pandemi Covid-19.

“Jangan pernah menyerah. Saat ini memang situasi sulit, semua negara menghadapi Covid-19. Tapi situasi ini ada saatnya berubah dan kita harus sudah siap,” ujar Stephanie Seputra saat tampil sebagai pembicara dalam acara Ins Talk bertema “Membangun Bisnis di Tengah Pandemi” yang disiarkan Radio Elshinta, di Jakarta, Senin (8/9).

Untuk diketahui, Stephanie Seputra membangun MyEduSolve pada tahun 2019 usai menyelesaikan studinya di Amerika Serikat. MyEduSolve adalah perusahaan platform pendidikan edutech yang berfokus untuk mentransformasi tenaga kerja di Indonesia melalui literasi digital. Bekerja sama dengan perusahaan software internasional seperti Microsoft, Adobe dan Autodesk, peserta yang mendapat pelatihan dari MyEduSolve akan diberi sertifikat bertaraf internasional.

 

Pada Agustus ini, MyEduSolve menyelenggarakan lomba yang diikuti pelajar dan mahasiswa di seluruh Indonesia untuk menunjukkan digital skill melalui Microsoft & Adobe National Championships. Pemenang lomba akan mewakili Indonesia di perlombaan tingkat internasional Microsoft & Adobe Virtual World Championships pada bulan November 2021.

Stephanie Seputra menjelaskan, bisnis MyEduSolve juga sempat terdampak pandemi Covid-19. Dari semula yang biasa menjalankan pelatihan secara tatap muka di kelas, harus menjadi offline. Namun, berkat usaha, kreativitas dan inovasi serta prinsip tidak mau menyerah, operasional MyEduSolve kini bisa berjalan dengan baik.

Bahkan, kini peserta yang mengikuti pelatihan edutech di MyEduSolve datang dari daerah dan wilayah yang jauh. “Kita malah tidak menduga, dengan memanfaatkan kelas zoom atau offline, peserta yang ikut pelatihan datang dari ujung Indonesia timur bahkan dari negara lain,” ujarnya.

Stephanie juga mengingatkan, dunia semakin cepat mengalami perubahan dan waktu juga berjalan cepat. Sementara pendidikan tidak bisa cepat mengikuti perubahan. “Di sinilah pentingnya digital literasi karena orang harus terus belajar, tidak bisa berhenti mencari pengetahuan,” kata Stephanie.

Jangan bertanya masa depan dunia seperti apa. Tapi, mengutip pernyataan orang terkaya di dunia dan pemilik Amazon Jeff Bezos, tidak ada  yang tidak berubah pada lima tahun ke depan.

“Di sinilah esensi bisnis bahwa setiap tantangan itu pasti berbeda-beda. Jadi, jangan kita terpaku pada zona nyaman dan tidak mau berubah. Sementara dunia dan masyarakat sudah banyak berubah,” tuturnya.

Stephanie kemudian memberikan nasehat kepada anak-anak muda yang ingin mulai berbisnis agar memanfaatkan lingkungan terdekat sebagai bagian proses belajar berbisnis. Jangan juga berpikir untuk memulai bisnis dari yang besar tapi dimulai dari yang kecil. Selesaikan dulu masalah-masalah kecil sambil belajar untuk menghadapi tantangan dan tekanan.

“Bisnis jangan cuma ikut-ikutan trend, lihat target pasar dan lihat segmentasi pasarnya,” tutur Stephanie. (Andreas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here