Tanri Abeng: Perlu Manajemen Krisis Agar Tak Lahirkan Krisis Sosial Politik

0
66
Mantan Menteri BUMN Tanri Abeng

JAKARTA (suara-karya.com): Pakar ekonomi manajemen Tanri Abeng mengingatkan,  pandemi Covid-19 telah mengakibatkan krisis mutildimensi  di banyak negara termasuk Indonesia yang tidak bisa diperkirakan kapan berakhir.  Untuk itu, ia mengingatkan, perlunya manajemen pengelolaan krisis yang baik agar jangan krisis ini berujung pada krisis sosial politik seperti tahun 1998.

Peringatan itu disampaikan Tanri Abeng  saat berbicara dalam Webinar Masyarakat Ilmu Pemerintahan Indonesia (MIPI) bertema  “Konsepsi, Manajemen, dan Strategi Mengelola Ekonomi Negara di Tengah Pandemi Covid-19”, Kamis (19/8).

“Jadi, ini diperlukan konsepsi manajemen strategi negara di era krisis, kenapa? Karena pandemi Covid-19 ini adalah krisis kesehatan, yang kemudian krisis kesehatan ini melahirkan krisis ekonomi, jadi krisisnya ini double krisis, krisis kesehatan dan krisis ekonomi.  Masalahnya adalah jika krisis ekonomi tidak dikelola dengan efektif itu dapat melahirkan krisis sosial dan bahkan krisis politik,” katanya.

Mantan Menteri Negara Pendayagunaan BUMN ini kemudian pada krisis ekonomi di tahun 1998 yang diawali adanya pelemahan kurs mata uang Bath di Thailand pada tahun 1997. Karena Indonesia tidak siap menghadapi krisis, Indonesia justru yang parah.

“Pertanyaan besarnya, bagaimana negara bangsa indonesia dapat manajemen secara efektif krisis ini? artinya multiple krisis ini, harus kita sadari seluruh masyarakat termasuk para elite, bahwa kita berada dalam situasi krisis multidimensi, oleh karenanya pendekatan manajemen haruslah berpola krisis, artinya siapapun yang terlibat dalam manajemen krisis ini haruslah memiliki sense of urgency, everything is urgent, proaktif,” ujarnya.

“Jadi, pola-pola penanganan manajemen daripada ekonomi pada krisis itu memang membutuhkan pendekatan strategis, leadership yang kuat dan fokus kepada capaian sasaran-sarab yang ingin dicapai,” tuturnya.

Tanri Abeng menambahkan,  dalam situasi krisis multidimensi ini,  pemimpin negara harus membuat kebijakan  prioritas apa yang dipilih. “Apakah penanggulangan corona virus harus didahulukan atau masalah ketahanan ekonomi?, Sebab, akibat dari kedua krisis ini demikian saling terkait menurut saya, maka manajemen kedua krisis ini menjadi prioritas utama, “ tuturnya.

Ia juga mengatakan, peran Presiden sangat penting sebagai top leadership karena Presiden lah yang bisa memangkas birokrasi dalam rangka mengatasi krisis. “Karena hanya top leadership dalam hal ini presiden yang bisa menganulir proses birokrasi yang biasanya makan waktu panjang untuk menyelesaikan dan melaksanakan sesuatu dengan baik, “ tuturnya. (Andreas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here