Kemendagri: Camat Berperan penting Jaga Persatuan dan Kesatuan

0
36

JAKARTA (suara-karya.com):  Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri Safrizal ZA mengingatkan, camat berperan penting dalam mensosialisasikan nilai-nilai Pancasila serta menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

Pernyataan itu disampaikan Safrizal saat menjadi narasumber dalam acara webinar Dialog Kebangsaan yang bertema Pancasila Sebagai Nilai Etika dalam Pemerintahan,  Selasa (31/8)  yang diselenggarakan Ditjen Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri,  Badan Pembinaan Ideologi Pancasila dan Masyarakat Ilmu Pemerintahan Indonesia (MIPI).

Sebelumnya, Safrizal menyinggung adanya wacana di publik yang mengusulkan penghapusan atau pembubaran camat dan kecamatan karena dianggap tidak  berfungsi maksimal dan bisa digantikan dalam bentuk pos pelayanan satu pintu.

Ia kemudian memaparkan betapa luasnya wilayah Indonesia serta beragamnya suku, agama, budaya etnis, yang memerlukan tantangan dalam pelayanan pemerintahan. Safrizal menyebutkan, saat ini ada sebanyak 7.200 kecamatan dan 416 kabupaten yang ada di 17.491 pulau. Dari sebanyak itu, hanya 10 persen pulau yang didiami.

“ Dengan administrasi wilayah Indonesia yang beragam dan luas ini maka kita butuh pemersatu-pemersatu, butuh pelayan-pelayan, butuh pihak-pihak  yang bisa memberikan andil dalam mempersatukan dan mensosialisasikan  nilai-nilai Pancasila hingga ke level paling ke bawah,” ujarnya.

Ia kemudian menyinggung Pasal 25 ayat 6 UU No 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah terkait urusan pemerintahan umum dalam hal pembinaan wawasan kebangsaan. Dalam pasal itu menyebutkan fungsi camat dan kecamatan yakni melakukan pembinaan wawasan kebangsaan dan ketahanan nasional dalam rangka memantapkan pengamanan Pancasila dan pelaksanaan UUD 1945, pelestarian Bhineka Tunggal Ika serta pemeliharaan keutuhan NKRI, pembinaan persatuan dan kesatuan bangsa, pembinaan kerukunan antarsuku dan nitrasuku, umatbergama, ras dan golongan lainnya guna mewujudkan stabilitas keamanan lokal, regional dan nasional

“Karena itu, tidak mungkin ada konflik sosial, konflik antarumat baik suku agama diselesaikan oleh pos pelayanan.  Karena  dibutuhkan tokoh, dibutuhkan struktur yang ada di kecamatan yang dengan segenap kemampuannya terlatih dan memiliki kemampuan pemahaman dalam rangka  menyelesaikan tugas-tugas yang berkaitan dengan urusan pemerintahan umum yang sudah didefinikasikan sebagai urusan pembinaan wawasan kebangsaan,” ujarnya.

Ia menambahkan, kecamatan juga mengambil peranan penting dalam pembentukan persepsi masyarakat sehingga mind set masyarakat berubah tentang aparat pemerintah dan negara dari level nasional hingga ke level bawah bisa dipercaya menjalankankan tugas sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. (Raisya)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here