Metode Cuci Hidung Efektif Cegah Virus Covid-19 dan Pelengkap Prokes 5 M

0
62
drh Moh Indro Cahyono

JAKARTA (suara-karya.com):  Pakar  virus  drh Moh Indro Cahyono menganjurkan metode cuci hidung dengan cairan garam non-yodium untuk mencegah terkena virus Covid-19. Metode ini diperlukan untuk melengkapi protokol kesehatan 5 M.

“Metode cuci hidung dan berkumur dengan cairan garam non-yodium ini untuk mencegah bukan menyembuhkan,” kata Moh Indro Cahyono dalam acara webinar bertema Memahami Covid-19 dalam Perspektif Ilmu Pengetahuan dan Dinamikanya, Rabu (1/9).

Acara ini diselenggarakan Masyarakat Ilmu Pemerintahan Indonesia (MIPI) dengan moderator Astri Megatari. Webinar dibuka Ketua Umum MIPI Bahtiar Baharuddin yang juga menjabat Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri.

Moh Indro Cahyono menjelaskan, virus Covid-19 ini tidak langsung menimbulkan reaksi berupa gangguan kesehatan.  Tapi virus Covid-19 ini terlebih dulu menempel di rongga hidung dan susah dilepaskan. Hal inilah yang menyebabkan mengapa seseorang ketika diswab bisa dinyatakan positif Covid-19 padahal tubuhnya tidak mengalami gangguan kesehatan.

“Orang kalau diswab dinyatakan positif padahal dia sehat, ini terjadi karena dia ketempelan virus. Karena diswab positif lantas dianggap bisa menyebarkan virus sehingga harus diisolasi, padahal dia sehat,” tuturnya.

Untuk itulah, ia menganjurkan agar warga yang berisiko tinggi untuk melakukan metode cuci hidung dan berkumur dengan mencampurkan air bersih dengan larutan garam non-yudium untuk melepaskan virus Covid-19 yang menempel di rongga hidung. “Mereka yang berisiko itu misalnya baru pulang dari pasar atau dari kerumunan yang kita tidak tahu ada yang sehat atau sakit,” kata dia.

Cairan yang diigunakan berupa air satu liter dengan mencampurkan 10 gram larutan NaCl 0,9% atau garam non-yodium. Dengan menggunakan bantuan alat, cairan ini dimasukkan ke lubang hidung kanan dan kiri secara bergantian dan kemudian berkumur dengan cairan yang sama.

“Masyarakat bisa melakukannya sendiri, sudah jutaan orang yang menggunakan metode cuci hidung dan berkumur. Kalau rutin cuci hidung, maka paparan virus di hidung ini akan lepas. Cara ini dilakukan sebelum kita sakit atau mencegah kita sakit akibat terkena virus Covid-19,” tambahnya.

Metode cuci hidung ini juga bukan metode baru dan sudah dilakukan puluhan tahun lalu untuk mencegah berbagai virus. “Berendam di air laut tidak efektif karena kadar garam air laut sebanyak 3,7 persen. Ini bisa menimbulkan iritasi,” tuturnya.

Moh Indro Cahyono menambahkan, metode cuci hidung dan berkumur ini untuk melengkapi protokol kesehatan 5 M yakni mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan mengurangi mobilitas.

“Metode cuci hidung untuk melengkapi protokol kesehatan dan sebagai lini terakhir setelah penerapan prokes 5 M,” katanya. (Raisya)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here