Bersertifikat Internasional, Lulusan MyEduSolve Mampu Bersaing di Tingkat Global

0
24

JAKARTA (suara-karya.com): Pendiri dan Chief Operating Officer (COO) MyEduSolve Stephanie Seputra mengatakan, peserta yang telah mengikuti pelatihan dari MyEduSolve  akan memiliki keahlian yang terstandar dan tersertifikasi secara internasional sehingga terbuka peluang untuk melamar pekerjaan di seluruh perusahaan di dunia.

 “Namanya akan masuk ke dalam satu big data atau data besar  internasional, sehingga semua perusahaan di dunia bisa meng-hire atau mempekerjakan karena lulusan MyEduSolve punya keahlian yang sudah tersertifikasi secara internasional,” kata Stephanie Seputra saat menjadi narasumber dalam webinar bertema Sosialisasi Sertifikasi Internasional oleh Myedusolve: Apa, Mengapa Penting Dan Peluang, Minggu (12/9) yang diselenggarakan Masyarakat Ilmu Pemerintahan Indonesia (MIPI).

Webinar yang dibuka Sekjen MIPI Baharudin Tahir dengan moderator Audrey Chandra ini diikuti  oleh banyak guru dan pendidik dari sekolah di berbagai kota dan daerah di Indonesia. Mereka pun  tampak antusias bertanya dan berdiskusi dengan Stephanie Seputra terkait literasi digital dan pendidikan formal.

Stephanie Seputra mengatakan, MyEduSolve memfokuskan pada tiga keahlian dan kecakapan di bidang literasi digital yakni Microsoft Office Specialist, Adobe Certified Professional dan Project Management Institute.  Peserta yang lulus akan diberi sertifikat yang berstandar internasional.

Literasi digital dari MyEduSolve bisa diikuti oleh seluruh anak Indonesia dari semua daerah karena diberikan dalam bentuk online.

“MyEduSolve  memfokuskan bagaimana caranya anak-anak  indonesia  yang sudah lulus SMA, SMK dan universitas bisa mendapatkan pekerjaan dan hidup yang lebih baik dengan memiliki keahlian literasi digital,” ujarnya.

Ia kemudian membandingkan dengan pendidikan formal di mana satu guru mendidik 30 hingga 40 anak yang memiliki pengertian yang berbeda satu sama lain dan pengetahuan yang diperoleh sesuai dengan keinginan guru yang mendidik.

“Akibatnya, anak-anak ini bisa menjadi bosan. Tapi, dengan pendidikan melalui online di MyEduSolve mereka bisa mendapatkan skill dan proficiency yang terstandar atau tersertikasi. Kita bisa belajar dari mana dan kapan saja yang penting semua terstandarisasi sehingga bisa melamar di perusahaan-perusahan internasional,” tutur Stpehanie.

Menanggapi pertanyaan dari peserta webinar yang mengaku kewalahan karena anak didiknya lebih fokus pada permainan game online ketimbang belajar tentang kecakapan di bidang digital, Stephanie Seputra mengingatkan, pentingnya anak-anak untuk diberi motivasi.

“Kita harus mendidik anak untuk bisa mengambil prinsip-prinsip dari permainan game dan menerapkannya di aplikasi pembelajaran dan hal-hal lain yang lebih positif,” tuturnya.

Stephanie juga mengingatkan, kemampuan literasi digital ada mencakup banyak keahlian dan kreativitas dan bukan hanya sekadar menguasai coding. (Wida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here