MIPI Dorong Peningkatan Pemilih Cerdas dalam Pemilu dan Pilkada 2024

0
41
Peneliti LIPI Siti Zuhro

JAKARTA (suara-karya.com): Peneliti Senior Pusat Penelitian Politik LIPI sekaligus Wakil Ketua II Masyarakat Ilmu Pengetahuan Indonesia (MIPI) R. Siti Zuhro memaparkan, MIPI melakukan webinar series terkait Pemilu untuk memberikan pencerahan sekaligus sosialisasi terkait Pemilu dan Pilkada. Ini dilakukan agar semakin meningkatnya pemilih-pemilih cerdas (smart voter) yang mempunyai argumentasi ketika memilih.

Demikian disampaikannya dalam webinar MIPI bertajuk “Sukses Pemilu dan Pilkada Serentak Tahun 2024 di Tengah Pandemi Covid-19” (Bagian II). Acara tersebut dilaksanakan pada Selasa (21/9/2021) secara virtual. “Tidak semata-mata voter education tapi juga civic education. Untuk mewujudkan smart people agar jadi smart voter,” kata Siti.

Seperti diketahui, MIPI memang berkomitmen dalam pengembangan ilmu dan pengetahuan di bidang pemerintahan, termasuk bagaimana menyelenggarakan Pemilu dan Pilkada yang berkualitas dengan memperhatikan kondisi masyarakat, bangsa, dan negara.

Dalam kesempatan itu, Siti Zuhro menjelaskan, pada tahun 2024 nanti, Pemilu dan Pilkada dilakukan serentak dalam rangka menghindari kebosanan masyarakat, sekaligus meningkatkan partisipasi pemilih agar tidak golput. Menurutnya, pemilih yang merupakan bagian dari kekuatan sosial berperan penting dalam mengawal pelaksanaan Pemilu yang bebas, adil, dan bisa dipertanggungjawabkan.

Di sisi lain, memahami makna (wisdom) Pemilu dan Pilkada tersebut bisa menjadi landasan bagi pemilih dalam menentukan pemimpin. “Pemilu dan Pilkada yang substantif dan berkualitas bisa direfleksikan melalui pemimpin yang jujur, yang kompeten, yang amanah, transparan, yang komunikatif dan bijak, punya wisdom dalam tingkah lakunya,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih dan Partisipasi Masyarakat Komisi Pemilihan Umum (KPU) I Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi dalam kesempatan itu menambahkan, untuk meningkatkan partisipasi pemilih dari tingkat desa, KPU membentuk Program Desa Peduli Pemilu dan Pemilihan. Ada beberapa indikator dalam keberhasilan program tersebut.

“Indikator keberhasilan terjadinya pemerataan program pendidikan pemilih, lahirnya kader desa peduli Pemilu, dan kualitas Parmas (partisipasi masyarakat) di lokus tersebut meningkat,” jelas Dewa. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here