Sertifikat MyEduSolve Sudah Terbukti dan Diakui Perusahaan Internasional

0
44
Pendiri MyEduSolve Stephanie Seputra

JAKARTA (suara-karya.com): Pendiri  dan Chief Operating Officer (COO) MyEduSolve Stephanie Seputra mengatakan, MyEduSolvie akan menyiapkan talenta-talenta digital bersertifikasi yang sertifikatnya sudah diakui oleh perusahaan dan industri internasional.

“MyEduSolve mempersiapkan talenta-talenta digital yang ingin membangun karier di dunia industri dengan mengajarkan fundamental dari literasi digital yang sertifikatnya sudah terbukti dan diakui oleh perusahaan internasional,” ujar Stephanie Seputra saat tampil sebagai narasumber dalam webinar bertema Sosialisasi Sertifikasi Internasional oleh MyEduSolve : Apa, Mengapa Penting Dan Peluang”, Rabu (22/9).

Webinar ini diselenggarakan Masyarakat Ilmu Pemerintahan Indonesia (MIPI) dan dibuka Wakil Sekjen MIPI Asmawa Tosepu .  Saat membuka webinar yang dimoderatori penyiar televisi Audrey Chandra ini, Asmawa Tosepu mengingatkan pentingnya memiliki sertifikasi kerja karena di era industri 4.0 ini, kompetisi kerja semakin ketat.

Asmawa juga menekankan, pemerintah telah mendorong agar tenaga kerja Indonesia memiliki keunggulan dan daya saing dengan memiliki sertifikasi terutama sertifikasi internasional sehingga bisa menimbulkan kepercayaan perusahaan dan industri terhadap keahlian dan kompetensi yang dimiliki berdasarkan pengakuan sertifikasi.

Stephanie Seputra mengatakan, MyEduSolve turut terpanggil untuk membangun Indonesia yang lebih baik dengan cara memberdayakan pemuda-pemuda Indonesia melalui sertifikasi keahlian.

MyEduSolve memfokuskan pada tiga keahlian dan kecakapan di bidang literasi digital yakni Microsoft Office Specialist, Adobe Certified Professional dan Project Management Institute.  Peserta yang lulus akan diberi sertifikat yang berstandar internasional.

Stephanie mengungkapkan berdasarkan data yang dimilikinya, ada sebanyak 17 persen pemuda Indonesia saat ini mengalami kesulitan untuk mendapatkan pekerjaan ketika sudah lulus Sekolah Menengah Kejuruan dan universitas. Hal ini terjadi, menurut Stephanie, karena adanya gap keahlian dari pendidikan formal dengan kebutuhan industri.

“Ada peserta pelatihan di MyEduSolve  bernama Aryo yang sudah satu tahun lulus dari universitas belum bekerja. Tapi, dia tidak menyerah dan mengikuti salah satu program pelatihan di MyEduSolve. Dalam kurun waktu tiga bulan sesudah mengikuti pelatihan di MyEduSolve, Aryo kini sudah bekerja sebagai data scientist di sebuah perusahaan di Singapura dengan gaji yang baik,” katanya.

Stephanie Seputra mengingatkan, kemiskinan bukan hanya masalah tidak memiliki uang tapi juga tidak memiliki kesempatan untuk berkembang lebih baik. “Karena itu, di MyEduSolve juga dibangun sebuah program kredibilitas dan kepercayaan yang membuka pintu kesempatan kepada peserta pelatihan untuk bisa lebih percaya diri untuk berani melamar pekerjaan di perusahaan dan industri internasional,” katanya. (Wida)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here