Interaksi Komunikasi Dosen dan Mahasiswa Mendukung Sosialisasi dan Implementasi Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka di Universitas Jayabaya

0
156

Oleh:  Dr.Ika Yuliasari, M.Si; Dra.Ida Zubaedah, M.A;  Mega Ayu Permatasari, M.Si

Penulis adalah Dosen Universitas Jayabaya

Mega Ayu Permatasari S.Ikom, M.Si,

Tim peneliti dari Universitas Jayabaya dengan koordinator Dr. Ika Yuliasari, M.Si dan beranggotakan Dra. Ida Zubaedah, MA, Mega Ayu Permatasari S.Ikom, M.Si, Zulfa Ismi Fauziyah dan Dianalif Aishy, melaksanakan penelitian lintas program studi yang terdiri dari prodi Ilmu Komunikasi (Fikom), prodi Administrasi Negara (Fisip), dan prodi Magister Ilmu Komunikasi.

Tema penelitian adalah “POLA INTERAKSI KOMUNIKASI DOSEN & MAHASISWA DALAM KEGIATAN AKADEMIK DAN KEGIATAN PROGRAM MERDEKA BELAJAR KAMPUS MERDEKA (MBKM) DI UNIVERSITAS JAYABAYA”. Terkait penelitian tersebut, tim peneliti telah melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) dan wawancara pada tanggal 21 Desember 2021 yang dilaksanakan secara hybrid di Kampus A Universitas Jayabaya dan aplikasi Zoom.

Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) adalah kebijakan Kemendikbud Ristek RI yang disosialisasikan dan dilaksanakan oleh Perguruan Tinggi khususnya Universitas Jayabaya. Program MBKM diimplementasikan untuk menghadapi kemajuan di bidang teknologi,perubahan sosial budaya, dinamika ekonomi, politik, dan sebagainya.

Selaras dengan tantangan dunia pendidikan, tuntutan dunia kerja serta revolusi industri 4.0 maka Perguruan Tinggi harus meningkatkan kinerja dan beradaptasi dengan menghasilkan lulusan yang berkompeten dan profesional. Implementasi program MBKM terkait dengan situasi pandemi Covid-19 sehingga sesuai regulasi dari pemerintah maka seluruh aktivitas dunia pendidikan harus dilaksanakan secara daring.

Kondisi ini menyebabkan fenomena komunikasi baru di dunia pendidikan dimana kegiatan akademik dilaksanakan secara daring. Oleh karena itu, diperlukan pemahaman dan pendapat dosen dan mahasiswa mengenai kegiatan akademik terkait dengan program MBKM di Universitas Jayabaya.

Proses pengumpulan data dengan survei, wawancara dan Focus Group Discussion (FGD) yang telah dilaksanakan secara hybrid melibatkan perwakilan dosen dari 3 prodi yakni Administrasi Negara, Ilmu Komunikasi dan Magister Ilmu Komunikasi. Selain itu, dalam pelaksanaannya melibatkan perwakilan mahasiswa dari lintas program studi. Kegiatan FGD dilaksanakan secara terpisah antara kelompok dosen dengan mahasiswa kemudian dilanjutkan dengan FGD kolaborasi antara kelompok dosen dan mahasiswa.

Rekomendasi untuk tindak lanjut diantaranya sosialisasi Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) di Universitas Jayabaya dilaksanakan secara intens, dan perlunya peningkatan interaksi komunikasi antara dosen dengan mahasiswa untuk meningkatkan efektifitas sosialisasi dan implementasi MBKM.

Pada tanggal 28 Desember 2021 tim peneliti berpartisipasi dalam acara seminar hasil penelitian di tingkat fakultas. Selanjutnya tim peneliti juga mengikuti Seminar Nasional yang diselenggarakan oleh Universitas Jayabaya pada 29-30 Desember 2021 yang menghadirkan dua pakar di bidang pendidikan dan implementasi MBKM yakni Prof.Dr.H.Trisno Martono, MM dan Agung Murti Nugroho ST, MT, Phd.

Dalam Seminar Nasional disampaikan bahwa program MBKM terdiri dari: Magang Bersertifikat, Pertukaran Mahasiswa Merdeka, Kampus Mengajar , Studi Proyek Independen Bersertifikat.,Indonesia International Student Mobility Aword (IISMA ), KKN Tematik, Proyek kemanusiaan, Riset/ Penelitian, Wirausaha,Bangkit, Pejuang Muda Kampus Merdeka & Kementrian ESDM – Gerilya.

Peserta program MBKM mendapatkan insentif dan dukungan pendanaan dari instansi swasta, instansi pemerintah, dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Dari informasi yang disampaikan, program MBKM tidak hanya berlaku untuk mahasiswa aktif namun juga melibatkan para dosen dan tenaga kependidikan. Kegiatan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) ini sangat bermanfaat bagi semua pihak terutama untuk Mahasiswa, Dosen & Tenaga kependidikan di lingkungan Universitas Jayabaya.

Penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar dosen melangsungkan kegiatan akademik secara daring melalui E Learning, aplikasi Zoom, Google Meet dan sebagainya. Mayoritas dosen (82.4 persen) memperoleh informasi program MBKM dari sosialisasi Universitas Jayabaya dan dosen memahami program MBKM. Mahasiswa (56,8 persen) mendapatkan informasi MBKM dari sosialisasi, interaksidan pendampingan dosen. 90,7 persen mahasiswa berminta mengikuti program MBKM.

Untuk itu, interaksi dosen mahasiswa dinilai efektif dalam kegiatan akademik, sosialisasi dan pendampingan MBKM. Interaksi dosen dengan mahasiswa dilangsungkan melalui kelas daring, percakapan di aplikasi teknologi komunikasi, maupun media sosial. Pola interaksi ini bersifat timbal balik dan dalam prakteknya mahasiswa yang aktif mengakses informasi program MBKM melakukan distribusi pesan kepada rekannya. (***/Adv)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here