Opini Tenaga Kependidikan Universitas Jayabaya Tentang Implementasi Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM)

0
201
Dra Hj Dewi Setyarini MSi

Oleh: Dra Hj Dewi Setyarini MSi  dan Dra Winarni MS
Penulis adalah Dosen Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Jayabaya

Saat  ini perguruan tinggi, termasuk perguruan tinggi swasta, dituntut berkontribusi lebih nyata dalam masyarakat yang diimplementasikan pada program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM), yang dicanangkan Kemendikbudristek melalui Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 3 Tahun 2020.

Kebijakan MBKM ini merupakan kebijakan Menteri Pendidikan dan kebudayaan, yang bertujuan mendorong mahasiswa menguasai berbagai keilmuan yang berguna untuk memasuki dunia kerja. Kegiatan ini memberi kesempatan bagi mahasiswa memiliki pengalaman  belajar lain di luar program studinya, juga menantang mahasiswa untuk merasakan dunia kerja sebagai persiapan awal masa depan. Melalui program ini, diharapkan dapat mengimplementasikan pengetahuan yang telah didapat.

Pelaksanaan program ini diselenggarakan selama 1-2 semester, dengan konversi SKS setara 20 sks untuk 1 semester. Adapun Program Merdeka Belajar – Kampus Merdeka ini menawarkan 12 program, diantaranya Magang Bersertifikat, Pertukaran Mahasiswa Merdeka, Kampus Mengajar dan Studi Proyek Independen Bersertifikat.

 

Sehubungan dengan akan diadakannnya implementasi terstruktur  program MBKM di Universitas Jayabaya, untuk itu perlu adanya sosialisasi serta pemahaman mengenai program MBKM kepada seluruh sivitas akademika, agar semua mahasiswa, dosen serta tenaga kependidikan mengetahui dan memahami program MBKM. Dengan tersosialisasinya program tsb diharapkan nantinya dosen, tenaga akademik bisa dan mampu memotivasi mahasiswa untuk mendaftar sebagai peserta program MBKM.

Universitas Jayabaya sebagai sebuah Lembaga Pendidikan, tentunya membutuhkan sumber daya manusia yang handal dan berkualitas serta memiliki dedikasi yang tinggi. Dalam hal ini  tenaga kependidikan sebagai ujung tombak yang berhadapan langsung dengan mahasiswa, diharapkan agar dapat  mensosialisasikan serta ikut mengimplementasikan program MBKM, sehingga program dapat berhasil dan apa yang menjadi tujuan Universitas juga dapat tercapai.

Pada penelitian ini lebih fokus membahas pada Opini tenaga kependidikan Universitas Jayabaya  tentang Implementasi Program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM). Survey tentang opini tenaga kependidikan hasilnya sangat bermanfaat untuk mengetahui secara kognitif pendapat dari tendik tentang program MBKM.

Opini adalah suatu sikap atau pendapat seseorang mengenai sebuah keadaan yang pernah atau belum terjadi. Opini sangat dipengaruhi oleh perasaan, pemikiran, perspektif, keinginan, sikap, pengalaman, pemahaman, keyakinan setiap individu.

Menurut Dan Nimmo, Opini personal terdiri atas kegiatan verbal dan non verbal yang menyajikan citra dan interpretasi individual tentang objek tertentu, biasanya dalam bentuk isu yang diperdebatkan orang (http://id.wikipedia.org/wiki/opini).

Terkait dengan penelitian ini, isu yang sekarang lagi actual adalah Program MBKM yang dicanangkan Kemendikbudristek. Opini personal dari tenaga kependidikan Universitas Jayabaya dalam hal ini adalah tendik dari Fakultas Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Hukum, dan Fakultas Psikologi.

Hal ini menjadi pemikiran, karena tenaga kependidikan perlu memahami berbagai informasi berkualitas  tentang pelaksanaan Program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM). Untuk itu perlu pemahaman serta peran komunikasi internal di dalam kampus menyangkut Pimpinan – dosen – tenaga kependidikan – dan mahasiswa. Diharapkan komunikasinya dapat berjalan efektif, dengan pola kinerja tenaga kependidikan yang sudah ada, bisa lebih efektif dengan memaksimalkan potensi yang  dimiliki, dengan pemahaman pesan program MBKM tersebut.

 

Mitra Industri

Program Kebijakan Merdeka Belajar- Kampus Merdeka sangat bermanfaat bagi mahasiswa, karena diberikan kesempatan bagi mahasiswa/i untuk mengasah kemampuan sesuai bakat dan minat dengan terjun langsung ke dunia kerja sebagai persiapan karier di masa depan.

Melalui Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM), mahasiswa bisa mendapatkan keahlian dan keillmuan yang bisa tidak didapatkan dari bangku kuliah di perguruan tinggi yang diikuti, tetapi juga bisa menimba ilmu dari perguruan tinggi lain atau mitra kerjasama dari luar perguruan tinggi seperti perusahaan dan industri.

Terutama dengan hak mahasiswa untuk memperoleh hak belajar selama 3 semester di luar program studi. Yakni  Memberikan hak kepada mahasiswa untuk mengambil mata kuliah di luar prodi dan melakukan perubahan definisi Satuan Kredit Semester (SKS).

Ada sejumlah keunggulan bagi mahasiswa untuk mengikuti kebijakan MBKM ini yakni: Pertama : Kegiatan praktik di lapangan akan dikonversi menjadi SKS, Kedua  : Eksplorasi pengetahuan dan kemampuan di lapangan selama lebih dari satu semester, Ketiga   : Belajar dan memperluas jaringan di luar program studi atau kampus asal dan  Keempat: Menimba ilmu secara langsung dari mitra berkualitas dan terkemuka (https://kampusmerdeka.kemdikbud.go.id/.)

Program Kampus Merdeka-Belajar Merdeka (MBKM) tentunya sangat bermanfaat bagi mahasiswa,  untuk itu diperlukan penyebaran informasi  kepada mahasiswa agar mahasiswa mengetahui dan memahami  serta melaksanakan program MBKM. Salah satunya penyebaran pesan melalui perguruan tinggi itu sendiri, mengingat mahasiwa senantiasa mencari dan mendapatkan informasi dari fakultas maupun program studinya. Tentunya yang diharapkan, mahasiswa mengerti, memahami dan mampu melaksanakan  program MBKM. Untuk itulah pemahaman tentang program MBKM ini perlu dimiliki oleh tenaga kependidikan agar dapat mensosialisasikan serta mendukungnya, sehingga  tercapai tujuan program MBKM tersebut.

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui “Opini tenaga kependidikan (tendik) Universitas Jayabaya  tentang Implementasi Program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM).”

Sasaran dari penelitian ini adalah Tenaga Kependidikan di Lingkungan Universitas Jayabaya. Dalam penelitian ini dibatasi pada Tendik dari Fakultas Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, dan Fakultas Hukum, serta Fakultas Psikologi.

Peneliti melakukan survey “ Opini Tenaga Kependidikan (Tendik) Universitas Jayabaya tentang Implementasi Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM)”. Responden dari penelitian ini adalah Tenaga Kependidikan dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis, FIKOM, FISIP, Fakultas Hukum, dan Fakultas Psikologi. Pengambilan data survey dilakukan secara offline, dengan pertimbangan peneliti dapat menggali data secara mendalam dari Tenaga Kependidikan.

Hasil dari penelitian ini terfokus pada aspek kognisi dari tenaga kependidikan Universitas Jayabaya tentang Program MBKM. Adapun hasilnya adalah sebagai berikut :

Berdasarkan hasil Survei “Opini Tenaga Kependidikan (Tendik) Universitas Jayabaya Jakarta tentang Implementasi Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM)” memberikan gambaran kognitif  yang menunjukkan bahwa :

Pertama, Tenaga Kependidikan (Tendik) Universitas Jayabaya mengetahui adanya Program MBKM (100%), tetapi tidak secara mendetail. Bahkan singkatan dari MBKM ada yang tidak mengetahui.

Kedua,  Tenaga Kependidikan (Tendik) Universitas Jayabaya mengetahui hanya sebagian dari 12 Program MBKM, diantaranya adalah Kampus Mengajar, Magang, dan Pertukaran Mahasiswa (100%)

Ketiga, Tenaga Kependidikan (Tendik) Universitas Jayabaya tidak terlibat dalam sosialisasi Program MBKM ke mahasiswa (100%). Hal ini dikarenakan Universitas belum menerapkan Program MBKM.

Keempat, Tenaga Kependidikan (Tendik)Universitas Jayabaya mengetahui tentang Program MBKM dari mahasiswa yang mengurus surat pengantar mengikuti program MBKM melalui LLDikti Wilayah 3. Disamping itu mereka mendapatkan informasi dari pimpinan fakultas/prodi serta dari media sosial.

Kelima, Tenaga Kependidikan (Tendik) Universitas Jayabaya menyatakan bahwa Program MBKM agar segera diimplementasikan ke mahasiswa. Menurut tendik, mahasiswa akan mendapat pengalaman kerja, bersosialisasi di dunia kerja, dan mendapatkan sertifikat sebagai surat keterangan pendamping ijazah.

Keenam, Tenaga Kependidikan (Tendik) Universitas Jayabaya mengharapkan program MBKM segera ditindak lanjuti oleh Universitas Jayabaya.

Rekomendasi peneliti berdasarkan dari hasil analisis tentang “Opini Tenaga Kependidikan (Tendik) Universitas Jayabaya Jakarta tentang Implementasi Program Mahasiswa Belajar Kampus Merdeka (MBKM)” adalah :

Pertama, Universitas segera mensahkan pedoma pelaksanaan program MBKM termasuk  petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis.

Kedua, Universitas segera merealisasikan Program MBKM yang bersinergi dengan Fakultas / Prodi. (***/Adv)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here