Hasil Penelitian: Mayoritas Mahasiswa Rasakan Manfaat Program MKBM

0
166

Oleh: Victor A Simanjuntak S.Sos.,MSi

Dosen Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Jayabaya

Pelaksanaan program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM) bertujuan adanya keluwesan atau fleksibilitas program pendidikan yang dapat memberi peluang kepada mahasiswa untuk memperoleh pengalaman belajar melalui intra dan antarprodi, intra dan antar perguruan tinggi, maupun melalui kegiatan magang di lapangan.

Khususnya untuk mencapai tujuan dari Kebijakan Merdeka Belajar – Kampus Merdeka,
yakni program “hak belajar tiga semester di luar program studi”. Melalui tujuan ini diharapkan universitas dapat meningkatkan kompetensi lulusan, baik soft skills maupun hard skills. Mahasiswa juga agar lebih siap dan relevan dengan kebutuhan zaman, menyiapkan lulusan sebagai pemimpin masa depan bangsa yang unggul dan
berkepribadian.

Program-program experiential learning dengan jalur yang fleksibel diharapkan akan dapat memfasilitasi mahasiswa mengembangkan potensinya sesuai dengan passion dan bakatnya.

Untuk itu, universitas termasuk Universitas Jayabaya merancang kurikulum yang sesuai dengan program dan kebijakan MBKM. Dalam artian, kurikulum dirancang secara terbuka, fleksibel, serta memiliki ruang bagi mahasiswa untuk melakukan pendalaman dan perluasan (depth and breadth) untuk meningkatkan kompetensinya baik soft maupun hard skill.

Proses pembelajaran yang efektif mendukung kebijakan MBKM ini dilakukan dengan mengedepankan pembelajaran mahasiswa aktif, menyesuaikan dengan minat, mengembangkan kreativitas, inovatif, berpikir kritis, pemecahan masalah, dan pembelajaran sepanjang hayat (life long education).

Universitas Jayabaya merancang dan melaksanakan proses pembelajaran yang inovatif
agar mahasiswa dapat meraih capaian pembelajaran mencakup aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan secara optimal dan selalu relevan.

Baik itu kegiatan belajar di internal Universitas Jayabaya maupun berbagai bentuk kegiatan belajar di luar perguruan tinggi. Misalnya, melakukan magang/praktik kerja di Industri atau tempat kerja lainnya, melaksanakan proyek pengabdian kepada masyarakat di desa, mengajar di satuan pendidikan, melakukan penelitian, melakukan kegiatan kewirausahaan,
membuat studi/proyek independen, dan mengikuti program kemanusisaan. Semua kegiatan tersebut dilaksanakan dengan bimbingan dari dosen.

Melalui kurikulum yang sesuai dengan program dan kebijakan Program MBKM ini, diharapkan Universitas Jayabaya dapat menjawab tantangan Perguruan Tinggi untuk
menghasilkan lulusan yang sesuai perkembangan zaman, kemajuan IPTEK, tuntutan dunia usaha dan dunia industri, maupun dinamika masyarakat.

Untuk menjamin keberhasilan pelaksanaan program MBKM di tingkat universitas, fakultas dan program studi (prodi) diperlukan masukan dan pendapat dari seluruh dosen, mahasiswa dan tenaga kependidikan. Dengan demikian, penyusunan program maupun
pelaksanaan kegiatan MBKM yang sudah berjalan bisa diketahui kekurangan serta hambatan yang dihadapi.

Program Kebijakan Merdeka Belajar- Kampus Merdeka bermanfaat bagi mahasiswa,
karena mahasiswa bisa menambah kemampuan dan pengetahuanna sesuai bakat dan minat dengan terjun langsung ke dunia kerja sebagai persiapan karier di masa depan.

Melalui Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM), mahasiswa bisa mendapatkan keahlian dan keillmuan yang bisa tidak didapatkan dari bangku kuliah di perguruan tinggi yang diikuti, tetapi juga bisa menimba ilmu dari perguruan tinggi lain atau mitra kerjasama dari luar perguruan tinggi seperti perusahaan dan industri

Terutama dengan hak mahasiswa untuk memperoleh hak belajar selama 3 semester di
luar program studi. Yakni Memberikan hak kepada mahasiswa untuk mengambil mata kuliah di luar prodi dan melakukan perubahan definisi Satuan Kredit Semester (SKS).

Untuk menjaring masukan dan pendapat dari kalangan dosen, mahasiswa dan tenaga
kependidikan diperlukan mekanisme survei melalui angket atau kuesioner. Survei itu difokuskan pada implementasi dan dampak dari pelaksanaan program MBKM terhadap dosen, mahasiswa dan tenaga kependidikan. Survei akan dilakukan kepada sebanyak 500 mahasiswa, dosen dan tenaga kependidikan yang ada di 18 fakultas dan program studi di
Universitas Jayabaya.

Ada sejumlah tujuan dan sasaran dari kegiatan Survei Opini Impliksi Dan Dampak Program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka Bagi Dosen, Mahasiswa Dan Tenaga Kependidikan di Universitas Jayabaya.

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Impliksi Dan Dampak Program Merdeka BelajarKampus Merdeka Bagi Dosen, Mahasiswa Dan Tenaga Kependidikan di Universitas Jayabaya.

Dampak Program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka Bagi Dosen, Mahasiswa Dan Tenaga
Kependidikan di Universitas Jayabaya

Ada sejumlah kesimpulan yang bisa ditarik dalam kegiatan Survei Opini Impliksi Dan Dampak Program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka Bagi Dosen, Mahasiswa Dan Tenaga Kependidikan di Universitas Jayabaya.

Pertama, mayoritas mahasiswa tahu tentang Program MBK

Kedua; Mayoritas dosen tahu tapi tidak terlalu paham tentang Program Kampus Mengajar

MBKM

Ketiga, Mayoritas tenaga kependidikan tahu tapi tidak terlalu paham tentang Program Magangn Bersertifikat MBKM

Untuk itu, disaranakan Kemenristek Dikti untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas isi informasi terkait Program MBKM. Kedua; perlu sosialisasi dari Universitas Jayabaya untuk mendorong dosen, mahasiswa dan tenaga kependidikan lebih aktif dalam mencari informasi terkait program MBKM. (***)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here